01
 
MeetBuilding
 
1
Sunday, June 25, 2006
SISTIM PENGOLAHAN AIR BERSIH GEDUNG

S

umber air bersih untuk gedung didapat dari 2 sumber yaitu :

  • PDAM
  • Air Tanah

Sumber air dari PDAM
disalurankan melalui pipa saluran kota menuju gedung melalui Valve utama dan meteran air gedung, kemudian ditampung direservoir air bersih .

Sumber air dari tanah
didapat dengan menggunakan pompa sumur dalam atau pompa DEPPWELL .

pompa Deppwell bekerja secara otomatis dan manual berdasarkan sinyal electrode yang terpasang di grountank ,
biasanya air yang didapat dari pemompaan sumur dalam akan mengalami kekeruhan atau kualitas air kurang baik [temperature,warna,bau,rasa dan kekeruhan] maka di gunakan : Grountank / Reservoir I [raw water tank] penampungan air dari tanah
untuk di produksi di WTP [water treatment plant] untuk diproses agar memenuhi standar air minum. Air di Raw Water Tank dipompa ke sistem WTP melalui pompa menuju tahap pencampuran dengan
Clorint, P.A.C dan Polimer .
Kemudian diolah dibak CLARIFIER dengan menggunakan
Mixer [adukan air berupa baling-baling], kemudian hasil pencampuran dapat dilihat dibak BREAK tank dengan warna air keruh atau bening . Setelah produksi sisa-sisa air keruh / limbah hasil dari bak CLARIFIER di buang kesaluran kota. Air dari bak BREAK tank disalurkan ke Groundtank II [clean water tank] dengan melalui tahap-tahap penyaringan terlebih dahulu menggunakan SAND filter dan CARBON filter, air di Groundtank II lalu disalurkan dengan menggunakan pompa transfer ke atas gedung {bak penampungan air / Rooftank jenis FRP] lalu di distrubusikan kesetiap titik-titik outlet yang ada disetiap lantai dengan 2 sistem yaitu :

Sistem Tekan
Dengan menggunakan pompa booster, pompa booster ini digunakan karena jarak jatuh air tidak bisa mencapai tekanan ideal .
Sistem Gravitasi
Sistim yang mengandalkan jatuh air / berdasarkan ketinggian dan untuk mencapai tekanan ideal [ 6 kg ] , maka valve - valve disetiap lantai diatur pada besaran valve .
Cat : [ Selain sistem tekan dan sistem gravitasi ada juga yang memakai sistem tangki tekan / sistem hydrofor.

Posted at 12:59 pm by emmul
Comment (1)  

SISTIM AIR KOTOR PADA GEDUNG



S

istem jaringan air pembuangan air kotor dan air bekas memakai sistem campuran yaitu pembuangan dimana air kotor dan air bekas dikumpulkan lalu dialirkan dalam satu saluran.
Sumber tempat pembuangan ini berasal dari toilet ,antara lain :

  • - closet
  • - wastafel
  • - urinoir
  • - floordrain
  • - bathtub
  • - kitchent zink dll.

sistem pembuangan air ini berdasarkan gravitasi, dimana titik yang paling tinggi ketitik yang paling rendah, sehingga dalam instalasi pipa harus dilakukan pengaturan letak dan kemiringan pipa-pipa pembuangan [standart kemiringan], maka diharapkan dapat menyalurkan air kotor / disebut juga air limbah dengan baik dan tidak mengeluarkan bau.
Untuk menghindari bunyi yang berlebihan maka pipa saluran pada setiap lantai dipasang pipa vent [ perangkap gedung dan penyalur udara bersih ], phitrap [ floordrain ], leher angsa [wastafel].
Seluruh air kotor dan air bekas jatuh pada riser horizontal pada lantai dasar menuju tempat pengolahan air limbah atau disebut juga Swage Treatment Plant [ WTP ].

SWAGE TREATMENT PLANT [ WTP ]


Pengolahan limbah di gunakan untuk memproses bakteri-bakteri pada air kotor .
gambar : Sistem pengolahan menggunakan rotor disk

ROTOR DISK dengan sistim Fixed Film Reaktor

gbr :zona 1 [satu] biomas tebal

gbr :zona 2 [dua] biomas berkurang

gbr :zona 3 [tiga] biomas tipis

gbr :zona 4 [empat] biomas lebih tips

gbr :zona 5 [lima] biomas kosong

ada banyak jenis sistem pengolahan yang dipakai pada setiap gedung diantaranya menggunakan sistem ROTOR DISK dengan menggunakan Fixed Film Reaktor atau pertumbuhan melekat dengan keunggulan keseluruhan limbah dapat masuk tanpa melalui proses pengolahan awal dan sistem ini tidak menimbulkan bau , sistem ini dilakukan secara melalui tahap - tahap sebagai berikut yaitu : Primary Clarifier Pemisahan padatan , pengendapan dan flotasi . sebagian padatan mengendap dan sebagian padatan mengapung berupa skim .
Rotor Disk Secara bertahap air limbah masuk ke rotor zone untuk di proses pengolahan secara biologis oleh biomas yang tumbuh dimedia piringan / rotor disk , yang masing-masing ada 4 zone secara zig - zag dan mengalami kontak oksigen di udara waktu berada diatas air [ zona 1 , pertumbuhan biomas tebal dan berbentuk filament ] sedangkan [ zona 2 , 3 , 4 biomas tumbuh lebih tipis dan kompak , biasanya biomas berwarna coklat, coklat muda, atau kecoklatan , [ pada zona 4 , sebagian air di recycle ke proses awal / kembali ke primary clarifier dan sebagian menuju proses selanjutnya.
Final Clarifier Merupakan pengendapan padatan tersuspensi dan air sudah memenuhi mutu air baku limbah sehingga bisa dibuang ke saluran kota dengan terlebih dahulu di injeksi desinfektan [ kaporit ] untuk membunuh mikro organisme yang Sumber tempat pembuangan ini berasal dari toilet [closet, wastafel, urinoir,floordrain, bathtub, kitchent zink dll. berada dalam bak effluent tersebut. Air bersih olahan yang sudah memenuhi mutu kemudian ditampung di groundtank , dengan terlebih dahulu melalui proses backwash melalui media sand filter dan carbon filter . Air bersih olahan ini didistrubusikan untuk penggunaan air siraman taman , air coolling tower dan pendingin [sistem chiller] dan air siraman water closet [ WC ] . Sistem Sumppit Air Hujan Berfungsi untuk menampung pembuangan air hujan , air buangan dilantai dasar . Sistem pemipaan air hujan terpisah dari sistem air bersih untuk menghindari aliran-balik yang masuk ke dalam pipa saluran lain [ pipa air bersih ] jika pipa air hujan tersumbat . Air hujan yang ditampung dibak summpit dibuang ke saluran kota dengan menggunakan pompa tanpa sudu [ pompa jenis bawah air ]

Posted at 12:56 pm by emmul
Make a comment  

SISTIM KEBAKARAN GEDUNG

Sistem distrubusi air pemadam kebakaran diambil dari groundtank / reservoir menggunakan pompa Fire Main Pump, Diesel Fire Pump dan Jocky Pump. Sistem instalasi pipa kebakaran ini bisa tersendiri [ main pump hydrant dan main pump sprinkler ] atau bisa menjadi satu dengan melalui pipa header [ fire main pump, diesel fire pump dan jocky pump ] dan instalasi ini terhubung dengan pressure tank , pada pressure tank terpasang pressure swicth yang digunakan untuk mengoperasikan pompa secara otomatis dan di-set sesuai dengan tekanan [ standat instalasi pipa gedung ] kemudian pipa header dibagi menjadi dua instalasi pipa yaitu pipa hydrant [warna merah] dan pipa sprinkler [warna orange].

 

Pipa Sprinkler

Instalasi pipa ini berfungsi untuk mengatasi kebakaran secara otomatis disetiap ruangan melalui head sprinkler , pipa sprinkler dipasang pada setiap lantai [dalam flapon] dengan jarak antara 3 sampai 5 meter , bila terjadi kebakaran pada salah satu lantai maka panas api dari titik kebakaran akan memecahkan head sprinkler .

 

Pipa Hydrant

Instalasi pipa hydrant berfungsi untuk mengatasi dan menaggulangi kebakaran secara manual dengan menggunakan hydrant box , hydrant box ini tersedia pada setiap lantai dengan beberapa zone /tempat.

Pada hydrant box terdapat fire hose[ selang ] ,nozzle, valve, juga terpasang alat bantu control manual call point, alarm bell serta indicating lamp dan untuk diluar gedung [ area taman / parkir ] terpasang hydrant pillar serta hose reel cabinet.

Jocky Fire Pump

Digunakan untuk menstabilkan tekanan air pada pipa dan pressure tank.

 

Main Fire Pump

Digunakan sebagai pompa utama , bila tekanan / pressure tank turun setelah jocky pump tidak sanggup lagi mengatasi [ jocky pump akan mati sesuai dengan setting pressure tank ] maka main pump akan bekerja.

 

Diesel Fire Pump

Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa mengalami kerusakkan atau gagal operasional [listrik padam] dan pompa main pump serta jocky pump berhenti bekerja mensupply air maka diesel fire pump akan melakukan start secara otomatis berdasarkan pressure swicth . Bekerjanya diesel fire pump secara otomatis menggunakan panel diesel stater, panel ini juga melakukan pengisian accu/me-charger accu dan dapat bekerja secara manual dengan kunci stater pada diesel tersebut .

Untuk perawatan pada diesel fire pump ini dilakukan pemanasan setiap minggu [2xpemanasan] ,sebelum dilakukan pemanasan diesel dilakukan pemeriksaan pada accu, pendingin air [air radiator] dan peng-checkkan pada pelumas mesin [oli mesin].

 

Siemense Conection

Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa [diesel fire pump, fire main pump dan jocky pump] tidak bisa di operasional / gagal bekerja pmaka dilakukan pengisian air kedalam jaringan pipa dari mobil pemadam kebakaran/ pompa cadangan lain untuk menggantikan fungsi peralatan yang ada dalam keadaan emergency , siemese conection dipasang pada instalasi pipa sprinkler dan hydrant.

 

Sistem Fire Alarm

Fire alarm adalah merupakan sistem untuk membantu pemilik gedung untuk mengetahui secepatnya suatu sumber kebakaran , sehingga sebelum api menjadi besar pemilik gedung sudah dapat mengambil tindakan pemadaman .

Sistem ini memakai panel kontrol [ MCFA ] yang biasanya dikontrol dari ruang teknik dan panel Annuciator [panel kontrol tambahan] di pasang di ruang posko security agar petugas keamanan juga bisa cepat mengetahui lokasi kebakaran pada setiap lantai.Bagi gedung - gedung modern sudah merupakan keharusan untuk memiliki Fire Alarm System .Beberapa peralatan dalam system Fire Alarm Control ini yaitu

  1. MCFA
  2. ANNUCIATTOR
  3. PANEL PEMBAGI
  4. MANUAL PUSH BOTTOM DAN JACK PHONE
  5. PHOTO ELECTRIC SMOKE DETECTOR
  6. RATE OF RISE HEAT DETECTOR
  7. ALARM BELL
  8. INDICATION LAMP
  9. FLOW SWICTH

MANUAL CALL POINT DAN ALARM BELL.

Posted at 12:45 pm by emmul
Make a comment  

Previous Page --- ---

 

News

01/01/2005

Pameran buku komik dari Elek Komputindo
Jln. Panjang 8a.

24 s/d 27 agustus 2006

Super Sale [ Gramedia Majalah ] + Empat Harga
Jln Panjang 8A- Kebun Jeruk



corelab-ap

Blogdrive